Menu

Cegah Kebocoran Kolam Renang Dengan Waterproofing

0 Comments

Siapa yang tidak senang berenang di kolam renang? Bagi sebagian besar orang, kolam renang menjadi alternatif berenang di pantai. Apalagi di tengah kota akan sulit menemukan pantai. Berkat perkembangan teknologi, ombak buatan pun bisa dibuat di kolam renang. Sehingga kita bisa merasakan sensasi ombak pantai di dalam kolam.

Kolam renang yang baik adalah kolam yang tidak mengalami kebocoran. Konstruksi dasar kolam renang biasanya dibuat menggunakan beton. Beton memiliki struktur yang kuat untuk menahan air dalam jumlah besar. Tidak hanya air, termasuk orang-orang di dalamnya. Beton memang kuat menahan beban, tetapi tetap rawan kebocoran. Apalagi jika tidak diaduk dengan benar. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan waterproofing alias melapisi dasar dan dinding kolam renang menggunakan lapisan khusus. Waterproofing merupakan sebuah prosedur yang dilakukan supaya sebuah objek menjadi tahan atau kedap air. Pada kolam renang, waterproofing bertujuan menghindari air merembes masuk ke sela-sela beton yang menjadi bahan utama lantai dan dinding kolam renang.

Jenis Bahan Waterproofing Pada Kolam Renang

Pengerjaan ini biasanya dilakukan oleh aplikator waterproofing sebab membutuhkan keahlian khusus. Lapisan waterproofing harus merata agar air tidak merembes ke celah-celah beton. Berdasarkan bahannya, waterproofing kolam renang terdiri atas beberapa jenis, di antaranya:

1. Bahan Aspal

Waterproofing ini bisa diaplikasikan langsung pada permukaan dinding dan lantai kolam renang. Namun sayangnya bahan ini tidak cocok untuk digunakan di luar ruangan. Itulah sebabnya waterproofing bahan aspal jarang digunakan oleh kontraktor waterproofing. Sinar UV membuat bahan aspal lebih cepat meleleh.

2. Bahan Polimer

Bahan ini sangat cocok digunakan di luar ruangan. Waterproofing dengan bahan polimer memiliki ketahanan yang baik terhadap sinar UV. Begitu pula elastisitas yang dimiliki polimer sangatlah baik. Sayangnya, jika diaplikasikan pada daerah yang terlalu sering terpapar air maka kekuatannya berkurang.

Baca juga: 5 Tips Mudah untuk Menjaga Gudang di Rumah Tetap Bersih

3. Bahan semen

Dibanding dengan kedua bahan sebelumnya, waterproofing bahan semen memiliki kekuatan terbaik terhadap tekanan air. Bahan ini sangat cocok digunakan di tempat yang terendam oleh air sekaligus tidak memiliki masalah terhadap sinar UV. Walaupun harus melalui beberapa proses dan tidak bisa langsung diaplikasikan, tetapi hasilnya sangatlah baik. Bahan semen perlu dicampur dengan material lain dengan takaran yang sesuai, setelah diaduk harus segera diaplikasikan. Sebab jika terlalu lama dibiarkan semen akan mengalami pengerasan.

Waterproofing Sistem Coating

Waterproofing dengan sistem coating hanyalah sebagai tambahan untuk meminimalisir kebocoran pada kolam renang. Hal ini disebabkan sistem coating tidak memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan air. Aplikator waterproofing biasanya menggunakan kuas untuk mengaplikasikannya pada beton. Pelapisannya pun dilakukan secara berulang. Sebelum lapisan benar-benar kering, biasanya dilakukan minimal 2 kali . Untuk area sudut, biasanya dilakukan sebanyak 3 kali untuk memastikan benar-benar terlapisi oleh cairan waterproof.

Setelah benar-benar kering, tahap selanjutnya adalah screeding atau pengamprotan. Screeding baru bisa dilakukan setelah seluruh lapisan kering. Setelah selesai screeding, maka tahap terakhir adalah pemlesteran. Tahapan-tahapan waterproofing tersebut diharapkan beton kolam renang tidak mengalami kebocoran sehingga kolam tetap aman, awet, dan tahan lama.