Menu

Jenis-Jenis Atap Kanopi Untuk Halaman Rumah Tercinta

0 Comments

Semua orang pasti setuju bahwa rumah adalah tempat perlindungan. Oleh karena itu, maka rumah harus dibangun kokoh dengan bahan-bahan yang layak agar bisa melindungi segala isi di bawahnya. Salah satu komponen terpenting rumah adalah bagian atap, karena harus melindungi rumah dari kondisi alam seperti menahan teriknya panas matahari, hantaman air hujan, bertahan atas hembusan angin serta perubahan cuaca mendadak, dan lain – lain. Pada bagian halaman rumah atau area di luar struktur utama rumah juga sering dibuatkan atap tambahan yang biasa disebut kanopi. Tujuannya sama seperti atap rumah yakni melindungi area di bagian bawahnya, namun biasanya atap untuk area ini akan menggunakan bahan yang lebih ringan dibanding atap untuk rangka utama rumah. Walaupun lebih ringan, bukan berarti bahan yang digunakan tidak kuat. Sehingga tetap perlu mencermati bahan yang akan digunakan agar sesuai dengan yang diharapkan.

Beberapa jenis atap kanopi yang paling sering dijumpai adalah atap transparan polycarbonate, atap UPVC, atap spandek dan atap onduline. Simak ulasan berikut untuk lebih mengetahui karakteristik masing-masing atap tersebut.

Jenis Atap Yang Sesuai Untuk Kanopi

Ada 4 jenis atap yang paling sering dijumpai untuk melindungi area halaman atau carpot di rumah, yakni :

  • Atap Polycarbonate

Jenis bahan atap ini terbuat dari material plastik atau serat berongga. Atap ini juga dikenal dengan atap transparan karena materialnya yang bening. Meski demikian, bahan jenis ini memiliki kemampuan menahan sinar UV matahari sehingga tetap mampu melindungi area di bawahnya dari sengatan matahari. Atap ini mampu bertahan hingga 10 tahun karena memang merupakan bahan yang kuat di samping beratnya yang ringan. Warnanya pun bermacam-macam sehingga menjadi favorite untuk mempercantik area rumah.

Atap Polycarbonate

  • Atap Spandek atau Zinclaume

Bahan jenis ini terbuat dari alumunium. Selain ditemui pada halaman rumah, bahan ini juga banyak digunakan untuk atap area industri seperti pabrik dan gudang. Bahan ini memiliki ketahanan lebih dibanding atap polycarbonate. Atap spandek ini diperkirakan dapat bertahan sekitar 30 tahun. Namun bentuknya lebih kaku dan tidak memiliki sisi dekoratif seperti polycarbonate.


Baca ini juga: Harga Meja Kantor Termurah di Jakarta


Atap Spandek atau Zinclaume

  • Atap UPVC

Atap UPVC (Unplasticizide Polyvinyl Chloride) merupakan material yang 50% terbuat dari chlorine (garam) sehingga tidak mudah terbakar atau menyebarkan api dan tidak menghantarkan listrik. Atap ini tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti BPA. Sistem konstruksinya memiliki rongga udara twinwall sehingga mampu menahan panas dan meredam suara hujan. Bahan ini sesuai dengan namanya tidak mengandung bahan plastik sehingga lebih kaku dan kokoh. Selain itu juga mampu menahan beban hingga 500 kg per meter persegi. Dapat dibayangkan bahwa atap ini merupakan material yang kuat. Atap ini terdiri dari 2 jenis, yang tidak transparan maupun yang semi transparan.

Atap UPVC

  • Atap Onduline

Atap ini merupakan lembaran bergelombang yang berasal dari serat organik yang dicampur dengan bitumen dan mengalami proses penekanan dan pemanasan yang tinggi sehingga aman untuk lingkungan. Atap ini mampu meredam suara hujan sebesar 30%. Konstruksinya ringan dan tidak mengandung unsur asbes dan metal sehingga tidak mudah berkarat dan korosi. Jenis atap ini dapat menahan tekanan angin dengan kecepatan hingga 192Km/jam. Sehingga selain untuk kanopi, jenis atap onduline juga banyak digunakan untuk atap rangka rumah.

Atap Onduline

Keempat jenis atap kanopi di atas merupakan bahan yang baik untuk atap kanopi di rumah Anda. Hanya mungkin perbedaan kebutuhan sesuai fungsinya dan harga yang perlu dipertimbangkan dalam eksekusinya.