Menu

Trik Simpel Memasang Keramik Agar Tidak Mudah Pecah

0 Comments

Lantai keramik memang paling sering digunakan di rumah – rumah karena memiliki daya tahan yang lebih lama jika dibangdingkan dengan material pelapis lantai lainnya. Selain itu, jenis lantai ini juga memiliki harga yang ekonomis dan dapat dijangkau semua kalangan. Material yang satu ini bisa dipasang untuk ruang dalam sepeti kamar tidur dan ruang tamu maupun ruang luar seperti teras.

Memasang Keramik

Jenis lantai yang satu ini menjadi pilihan yang paling populer karena tersedianya motif yang sangat banyak dan dapat mempercantik ruangan. Namun, untuk mendapatkan kindahan dari lantai ini, Anda harus bisa memasangnya dengan baik dan benar supaya rapih dan bisa digunakan dalam jangka panjang karena tidak mudah pecah.

Cara Memasang Keramik Yang Baik Dan Benar

Siapkan Subfloor Dan Adukan Semen

Subfloor sebenarnya adalah lantai dasar yang nantinya dijadikan sebagai penopang keramik. Subfloor biasanya dibuat dari rabat beton atau cor beton. Pastikan subfloor dalam keadaan kering sebelum pemasangan dimulai supaya nantinya lantai tidak mudah terangkat. Untuk mempercepat pengeringan, Anda bisa menaburkan pasir sampai setebal 2 atau 3 cm. Setelah itu, buatlah pola pemasangan dengan menentukan titik acuan berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan. Anda bisa menggunakan paku dan tali kenur untuk membuat polanya.

Siapkan adukan semen yang dicampur dengan pasir dan tidak terlalu kental atau terlalu encer. Pastikan adukan tersebut menghasilkan campuran yang homogen dan tidak menggumpal. Aplikasikan adukan di atas lantai dasar atau subfloor yang sudah mengering dengan ketebalan sekitar 2 sampai 4 cm.

Pemasangan Keramik Lantai

Pemasangan Keramik Lantai

Setelah membuat pola pemasangan yang rapih, kini saatnya untuk lantai dipasang. Hal yang paling penting diperhatikan sebelum memulai langkah ini adalah dengan menghitung jumlah lantai yang dibutuhkan. Jika Anda hanya memiliki anggaran yang terbatas, pastikan Anda telah membuat perhitungan yang benar supaya tidak ada lantai yang tak terpakai. Anda bisa membuat struktur gambar ruangan untuk membantu menghitung secara terperinci.

Letakanlah lantai tersebut satu demi persatu di atas adukan semen dan pasir kemudian tekan menggunakan balok kayu. Setelah itu, pukul – pukul dengan palu karet supaya lantai merekat sempurna dan cepat padat. Agar jarak antar ubin lebih teratur, Anda bisa menggunakan tile spacer. Pasanglah ubin atau keramik lantai sampai seluruh subfloor tertutup. Kemudian potong lantai pada bagian sudut – sudut ruangan supaya rapih. Pastikan setiap lantai dipasang secara rapih dan rata. Anda bisa menggunakan waterpass untuk memeriksa tingkat kemiringan lantai. Setelah semuanya terpasang, biarkan lantai dan adukan mengering selama kurang lebih 24 jam.

Amati Kondisi Lantai Dan Bersihkan

Setelah dibiarkan selama 24 jam, periksalah kondisi lantai dan pastikan tidak ada yang retak, tergores, atau pun pecah. Jika ada, segera lakukan perbaikan. Keramik yang kondisinya memburuk setelah didiamkan selama seharian berarti memiliki kualitas yang buruk atau cara pemasangan yang salah. Oleh karena itu, ketika Anda menemukan lantai yang rusak, segera lakukan perbaikan, yaitu menggantinya dengan yang baru.

Pada tahap yang paling akhir, bersihkanlah sisa – sisa adukan yang tercecer dan menempel di atas permukaan lantai sebelum benar – benar mengering dan menjadi keras. Gunakan spons atau kain bersih yang dibasahi untuk membersihkannya. Jika kotoran tersebut sidah terlanjur mengering, Anda bisa menggunakan cairan pembersih yang mengandung asam dengan kadar kurang dari 5%. Caranya sama, yaitu celupkan kain lap ke dalam cairan pembersih tersebut dan lap adukan semen yang telah mengering dengan menggosok – gosokannya. Setelah itu, bilas dengan air bersih.